TRIBUNNEWS.COM, TALLINN – Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, mengakui jika kepercayaan diri timnya sempat runtuh ketika bermain imbang 2-2 dengan Estonia pada kualifikasi Piala Dunia 2014 grup di Lilleküla Stadium, Sabtu (7/9/2013).

Belanda harus susah payah memperoleh tambahan satu angka ini. Skuat asuhan Louis van Gaal unggul cepat ketika pertandingan baru berjalan dua menit melalui winger Arjen Robben.

Ketika sedang asyik menyerang, Belanda justru lengah. Pada menit ke-18 Konstantin Vassiljev berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi spektakulernya. Pada menit ke-57, Vassiljev berhasil membalikkan kedudukan melalui gol cantiknya.

Belanda termasuk beruntung pada pertandingan ini. Belanda berada dalam posisi tertinggal 1-2 ketika injury time memasuki menit kedua. Belanda yang berusaha terus menekan Estonia akhirnya mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah Robin van Persie dijatuhkan bek Piiroja ketika berusaha memburu umpan terobosan Dirk Kuyt. Robin van Persie kemudian sukses mengeksekusi hadiah tendangan penalti tersebut dan membuat skor menjadi imbang 2-2.

“Kami bermain bagus pada babak pertama dan lebih banyak menguasai bola. Sayangnya kami banyak membuang peluang,” tutur Louis van Gaal kepada SBS 6 seperti dikutip Tribunnews.com.

“Setelah imbang 1-1 kepercayaan diri kami runtuh dan kami tidak bisa bangkit. Setelah Estonia unggul 2-1, mereka tampil berbeda dan bisa saja meraih kemenangan. Beruntungnya, wasit memberikan hadiah tendangan penalti sehingga kami bisa bermain imbang 2-2,” jelas eks pelatih Bayern Muenchen dan Barcelona.

Baca Juga:

Gubernur Jateng Buka Seri II

Red Silanos Juara Indonesia Derby



TEMPO.CO, Brussel – Ada banyak bukti bahwa Presiden Bashar al-Asad berada di balik serangan senjata kimia di Damaskus, bulan lalu, 21 Agustus 2013. Demikian laporan Agence France-Presse mengutip keterangan sejumlah menteri pertahanan Uni Eropa, Jumat, 6 September 2013.

“Ada banyak petunjuk bahwa rezim menggunakan senjata (kiia),” tulis AFP mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Juozas Olekas.

Menteri-menteri pertahanan Uni Eropa bertemu di negara Baltik yang sekarang menjabat sebagai Presiden Uni Eropa sesuai dengan giliran.

Pada Rabu, 21 Agustus 2013, kelompok opisisi utama, Koalisi Nasional Suriah, mengatakan lebih dari 1.300 orang tewas akibat serangan senjata kimia di Ghoutta, pinggiran Damaskus.

“Akan tetapi, terjadi perbedaan pendapat di kalangan anggota Uni Eropa mengenai tindakan yang mesti mereka lakukan,” kata Olekas. Meskipun demikian, Olekas menambahkan, para menteri pertahanan mengutuk keras penggunaan senjata kimia dan harus ada yang bertanggung jawab.

Pejabat Uni Eropa lainnya yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan, Prancis dan Denmark di antara yang paling vokal mendukung gempuran militer melawan rezim Assad, semenara Italia dan Spanyol bersikap ragu-ragu.

“Kendati begitu, tidak ada satupun yang mengutuk jika ada tindakan militer,” kata pejabat ini.

Menteri-menteri luar negeri Uni Eropa juga membicarakan masalah Suriah di Vilnius pada Jumat, 6 September 2013. Selanujutnya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, pada Sabtu, 7 September 2013.

AL ARABIYA | CHOIRUL

Topik Terhangat

Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Penerimaan CPNS | Suriah Mencekam

Berita Terpopuler

Abraham Samad: Rudi Rubiandini Orang Serakah

Istri @benhan: Suami Diperlakukan Bak Perampok

Zaskia Gotik Putuskan Pertunangan dengan Vicky

Ahok: Tiada Ampun bagi Kopaja Ugal-ugalan

Hukuman Serda Ucok: 11 Tahun Bui dan Dipecat



TRIBUNNEWS.COM – Meski sempat menderita tumor dan melakukan transplantasi ginjal, bek AS Monaco, Eric Abidal tak patah semangat membela timnas Perancis. Dia pun mengaku bahagia dapat terus bermain bagi negaranya.

“Awalnya sangat sulit, tetapi aku berjuang untuk tetap berada di posisi ini (dalam timnas). Kini aku tetap bermain dan ingin melanjutkannya. Tidak ada masalah dengan itu,” ucap eks pemain Barcelona tersebut kepada L’Equipe.

Pertandingan kontra Georgia pada Sabtu (7/9/2013) dinihari nanti akan menjadi laga ke-63 Abidal bersama Les Bleus. Tentu hal ini membuatnya semangat.

Kendati demikian Abidal sadar ia harus tetap mengontrol kesehatannya, terlebih kini usianya sudah menginjak 33 tahun. “Jika tubuhku tidak mengizinkannya, mungkin aku akan segera berhenti. Tapi, aku yakin hal itu tak akan terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya.

Baca Juga:

Xavi Bingung Disuruh Pilih Casillas atau Valdes

Gerrard: Inggris Bisa Menang Jika Bersikap Profesional

Del Bosque Tegaskan Casillas Tetap Kiper Utama di Timnas Spanyol



TEMPO.CO, Putrajaya –  Malaysia telah menunjuk duta besar baru untuk Indonesia. Dia adalah Zahrain Mohamed Hashim mantan anggota Parlemen Malaysia.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman mengatakan penunjukkan Zahrain akan segera diumumkan. Saat ini masih menunggu persetujuan dari pemerintah Indonesia.

»Kami telah memutuskan untuk menunjuk dia dan saat ini dalam proses pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia,” katanya dalam acara open house Hari Raya Idul Fitri Kementerian Luar Negeri Malaysia, Kamis, 5 September 2013.

Anifah mengatakan mantan anggota parlemen itu dipilih karena pemerintah menganggap dia sebagai calonyang tepat.

Zahrain menenangkan kursi parlemen mewakili Partai Keadilan Rakyat (PKR) tahun 2008, namun mundur dan menjadi anggota parlemen independen tahun 2010. Dia bergabung dengan UMNO Desember tahun lalu.

THE STAR | NATALIA SANTI

Topik Terhangat

Delay Lion Air | Jalan Soeharto | Siapa Sengman | Polwan Jelita | Tes Penerimaan CPNS

Berita Terpopuler

Istri Jaksa Pamer Pistol Juga Kerap Berulah

Jaksa MP ‘Pamer’ Pistol Pernah Tangani Buruh Panci

Jaksa Pamer Pistol Diperiksa Pengawas Kejagung

Jatah BLSM Diambil Orang, Kakek Ini Meninggal

2 Polisi Bernama Agus, Selamatkan Nyawa Warga



TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Pemain Tim Nasional Indonesia usia di bawah 19 tahun (Timnas U-19) mulai berlatih di Stadion Tridharma, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis malam (5/9/2013).

Tim ini dipersiapankan untuk berlaga di kejuaraan Piala AFF U-19 pada 9 – 22 September 2013.
    
Pelatih Timnas U-19, Indra Syafri, menyatakan optimistis akan mampu membawa Timnas U-19 memboyong Piala AFF U-19 meski berada di grup B bersama Malaysia, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Brunei Darussalam.
   
 ”Target kita menjuarai Piala AFF U-19. Kita sebagai tuan rumah dan saya optimistis mengenai hal itu,” kata Indra, ditemui usai uji coba lapangan.
    
Indra mengatakan, dari lima negara peserta yang berada di Grup B, hanya Brunei Darussalam yang hingga kini belum diketahui kekuatannya.
    
“Hanya Brunei yang kita belum mengetahui kekuatannya, untuk empat negara lainnya kami sudah mengetahui,” katanya.
    
Sementara itu untuk Grup A dalam ajang itu dihuni masing-masing Laos, Filipina, Timor Leste, Singapura, dan Kamboja.
    
Piala AFF U-19 akan berlangsung di dua tempat, yakni Kabupaten Sidoarjo dan Gresik, dan partai pembuka akan mempertemukan penghuni Grup A, yakni Laos melawan Filipina pada 9 September 2013 di Gelora Delta, Sidoarjo.
    
Sedangkan Timnas Indonesia akan menjalani laga perdananya di hari kedua atau tanggal 10 September 2013 dengan meladeni Brunei Darussalam di tempat yang sama, Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga:

BTN Rilis 20 Pemain ke Piala AFF U-19

Resmi Tuan Rumah Piala AFF U-19, Indonesia Siapkan 4 Kota



TRIBUNNEWS.COM, SEOUL – Korea Utara (Korut), Kamis (5/9/2013) sepakat membuka kembali hotline militer dengan Korea Selatan pada pekan ini, untuk mencarikan hubungan dingin antara kedua negara yang terjadi selama ini.

Kebijakan itu keluar setelah komite pembukaan kembali zona industri bersama Kaesong, menggelar pertemuan.

Komite itu dibentuk dan diisi oleh perwakilan kedua negara untuk membuka kembali kompleks yang ditutup karena memanasnya hubungan ke dua negara pada bulan April 2013 lalu.

“Pada pertemuan sub-komite saat ini, kedua belah pihak sepakat untuk melalui jalur komunikasi militer pada hari Jumat,” kata seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korsel AFP.

Hotline telah digunakan untuk memberikan jaminan keamanan ketika pengusaha Korea Selatan mengunjungi kompleks. (asiaone.com)

Baca Juga:

Misi Ganda Dennis Rodman Bertemu Kim Jon Un

Panama Tuding Korea Utara Melanggar Sanksi PBB

Mantan Pacar Pemimpin Korut Dieksekusi Regu Tembak Atas Tuduhan Pornografi



TRIBUNNEWS.COM, KAIRO - Menteri Dalam Negeri Mesir Mohamed Ibrahim selamat dari upaya pembunuhan, ketika sebuah bom meledak saat iring-iringan kendaraanya melewati Distrik Nasr City, Kairo, Kamis (5/9/2013).

Menurut sumber di pasukan keamanan Mesir, sedikitnya 10 orang terluka dalam insiden itu, namun Mohamed tidak berada di antara mereka.

Mohamed merupakan bagian dari pihak yang bertanggung jawab atas tindakan keras terhadap pendukung Mohamed Morsi, mantan Presiden Iran yang digulingkan melalui kudeta miltiter.

Sumber keamanan mengatakan, bom berada di dekat kendaraannya. Laporan awal menyebutkan, perangkat bom diletakkan di dalam mobil, namun televisi pemerintah kemudian melaporkan bahwa perangkat peledak dilemparkan dari sebuah gedung. Belum diketahui pihak yang melancarkan serangan tersebut. (*)

Baca Juga:

Samsung Hadirkan Generasi Terbarunya Galaxy Note 3

HTI: Miss World 2013 Bentuk Eksploitasi Ekonomi Terselubung

Kubu oposisi Australia akan blokir situs dewasa



;;